Malam ini saya sedang melihat foto-foto lama di laptop saya. Lalu foto ini menyita perhatian saya. Sambil sedikit merenung, saya mendapat gambaran yang membuat saya kembali mengambil hikmat dan pelajaran dari kehidupan beserta semua keputusan yang saya lewati.
Setiap hari dalam kehidupan ini saya seperti sedang berjalan dari point A ke point B diatas jembatan diatas air. Jembatan ini adalah gambaran dari keputusan dan arah terbaik yang harus saya ambil. Namun beberapa kali dalam kehidupan ini saya seperti hendak ingin mencoba untuk memindahkan arah dari jembatan itu. Tentu saja itu tidak mungkin, karena jembatan itu memang sudah begitu adanya. Setiap keputusan yang saya coba ambil untuk merubah arah, membuat saya terjatuh dari jembatan ke dalam kolam dibawahnya.
Tentunya hal yang berat untuk berusaha tidak tenggelam lalu berenang ke kaki jembatan dan memanjat kembali ke atas jembatan. Kemudian saya menyesali keputusan saya yang membuat saya tercebur ke dalam kolam. Lalu, saya melihat adanya pagar di kiri kanan, pagar yang saya lompati sehingga saya sampai tercebur. Betapa bodohnya saya melompati pagar tersebut? Ya itulah kehidupan, kadang akal sehat, nasihat orang lain, nilai-nilai kehidupan dan pengalaman serta pengetahuan saya yang begitu jelas memagari jalan kehidupan ini saya lompati begitu saja dan kita tercebur ke dalam masalah dan menyesal kemudian. Memerlukan usaha yang jauh lebih kecil untuk melompati pagar, di bandingkan dengan usaha yang begitu besar untuk kembali keatas jembatan.
Bersyukur atas jalan kehidupan yang Tuhan sudah berikan & berjalan dalam pagar yang menjaga kehiduapan ini memang menjadi hal yang terbaik yang harus saya lakukan, walau pengalaman tercebur ke kolam perlu saya alami juga.







Discussion
No comments yet.