Jumat, 28 Ocktober 2011, disaat kita sedang memperingati hari Sumpah Pemuda, saya melihat sebuah kejadian didepan saya dengan mata kepala saya sendiri yang benar-benar menghancurkan nilai luhur dari Sumpah Pemuda.
Dari Kerobokan, saya hendak menuju ke Harris Kuta untuk mengantar pesanan oleh-oleh khas Bali. Sambil mengendarai motor, saya menikmati malam yang cukup ramai. Saya memutuskan untuk mengambil jalur melewati jalan Poopies 2. Saat sedang menunggu giliran untuk jalan, didepan saya ada 3 perempuan turis bule sedang berjalan menuju ke arah pantai Kuta. Mereka melewati sekumpulan pemuda Indonesia yang sedang nongkrong-nongkrong di pinggir trotoar, lalu saat mereka melintas, seorang pemuda itu langsung mencolek pinggang salah satu wanita bule itu, kontan si wanita bule ini merespon dengan sedikit marah. Belum selesai marah dengan pemuda itu, sambil tetap melangkah, si perempuan bule ini dirogoh pahanya dan di angkat roknya sampai (maaf) celana dalamnya terlihat. Parahnya yang melakukan kali ini bukan seorang pemuda, tapi seorang bocah Indonesia sambil merokok dan duduk diatas motor yang sedang parkir. Perempuan bule ini benar-benar marah kali ini. Namun dia menjadi tertegun saat melihat bahwa yang melakukannya adalah seorang bocah yang belum genap 17 tahun.
Saya ikut tertegun melihat peristiwa ini, namun yang membuat saya tambah bingung, orang-orang yang berada disekitar sana tampak cuek saja, entah karena hal ini adalah hal yang sudah biasa terjadi disana atau karena mereka memang tidak perduli. Keadaan ini membuat saya jadi ragu apakah harus menegur mereka atau tidak. Dengan rasa kecewa berat saya melanjutkan perjalanan saya. Rasa malu sebagai orang Indonesia benar-benar saya rasakan dan juga rasa sedih melihat pemuda & bocah tadi yang kelak akan menjadi penerus bangsa ini.
Mudah-mudahan cerita ini bisa didengar oleh pihak-pihak lain yang terkait dan dapat dilakukan sesuatu demi menjaga nama baik bangsa kita dan bisa mendidik orang-orang seperti pemuda dan bocah tadi menjadi manusia yang bermoral & bermartabat.
Sumpah Pemuda…






Astaghfirullaah…memalukan dan menjijikan sekali. Sudah lari kemana moral anak2 bangsa ini?! Siapa yg hrs bertanggung jawab?! Siapa yg hrs dijadikan contoh dan guru dlm membangun moral dan akhlak yg baik dan benar bagi anak2 bangsa ini?! Kemana para orang tua? Kemana para pemimpin? Kemana para pendidik? Sudah tidak pedulikah mereka?! Dan kemanakah hati nurani? Sudah lupakah mereka bahwa ada satu zat yang selalu mengawasi,merekam, dan akan memperhitungkan dan membayar lunas setiap perbuatan kita baik yg kelihatan ataupun tidak, sekecil apapun, yaitu ALLAH. Perbuatan baik, akan dibayar jauh lebih baik lagi, perbuatan buruk akan dibayar jauh lebih buuruk lagi.
Posted by Rita Koesma | 29 October 2011, 7:13 amGw sampe ga bisa coment lagi deh, karna tiap hari diJakarta juga terjadi hal2 spt itu & gw cuma bisa ngomel terhdp pemuda2 jahil tsb, tapi mereka mengulanginya lagi dgn rasa bangga.
Posted by cathce | 29 October 2011, 9:45 amKemerosotan moral yang disebabkan oleh kurangnya ditanamkan sifat dan budipekerti yang baik sejak kecil oleh orangtua dan di sekolah. Dimana dari ortu dan di sekolah bekal2 sifat baik diajarkan dan diamalkan. Kalo ortu sibuk dan melepaskan tanggung jawab mendidik budipekerti ke gurunya di sekolah, dan di sekolah anak kurang diperhatikan, akibatnya kemerosotan moral dan ketidaktahuan mana baik dan buruk sejak kecil. Kesibukan ortu adalah akar dari masalah.Jangan kaget dan mulai biasakan saja melihat ini semua, karena kelihatannya belum ada campur tangan pemerintah mnegenai ini.
Posted by bob w | 29 October 2011, 10:45 ammenyedihkan dan memalukan ya, bisa sampe kejadian seperti itu.
Posted by dbaktiar | 13 January 2012, 7:46 pm